Anak 6 Tahun Diduga Dirundung di Arena Bermain, Orang Tua Tuntut Tanggung Jawab Playtopia

FT: Orang tua anak berusia 6 tahun meminta rekaman CCTV kepada pegawai Playtopia, namun permintaan tersebut belum dipenuhi. Orang tua kemudian menyampaikan keberatannya kepada pegawai.
SURABAYA I Lintas Hukrim — Kekhawatiran terhadap kondisi psikis anak membuat Ricky Anthony meminta pertanggungjawaban pengelola arena bermain Playtopia di Pakuwon City Mall, Surabaya. Anak laki-laki berusia 6 tahun itu, yang disebut sebagai anak semata wayangnya, diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah anak lain.
Ricky datang bersama saudaranya untuk meminta penjelasan kepada pihak pengelola. Pertemuan dengan seorang karyawan bernama Roni berlangsung di sebuah kafe yang berada tepat di sebelah arena bermain, lantai 3 Pakuwon City Mall, Selasa, 18 Agustus 2026.
Persoalan memanas ketika Ricky meminta melihat rekaman kamera pengawas atau CCTV yang menurutnya dapat membantu menjelaskan kejadian tersebut. Ia mengaku sebelumnya mendapat janji bahwa rekaman akan diperlihatkan.
Namun, permintaan itu belum dipenuhi. Roni mengatakan dirinya bukan pimpinan yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.
“Kita ini niat baik-baik loh ya, saya nunggu dari pagi. Anda menjanjikan tadi malam segera,” ujar Ricky dengan nada emosi.
Roni kemudian menyebut atasannya bernama Andry. Ricky meminta agar pimpinan tersebut segera dihubungi agar persoalan dapat dibicarakan secara langsung.
“Oke, siap telepon. Via Zoom, video call,” desak Ricky bersama saudaranya.
Pihak Playtopia menyatakan masih menunggu jawaban dari pimpinan. Perdebatan tersebut kemudian menarik perhatian sejumlah pengunjung kafe dan karyawan toko di sekitar lokasi.
Ricky mengatakan persoalan itu akan dibawa ke jalur hukum apabila pengelola tidak menunjukkan iktikad baik. Menurut dia, pengelola arena bermain tetap memiliki tanggung jawab terhadap keamanan anak selama berada di area permainan.
Ia juga mempersoalkan kondisi tempat bermain yang tidak memungkinkan orang tua atau pendamping masuk ke area permainan. Dengan harga tiket yang disebut sekitar Rp170 ribu per jam, Ricky menilai aspek pengawasan terhadap anak semestinya menjadi perhatian pengelola.
Kekhawatiran terbesar Ricky kini menyangkut kondisi psikologis anaknya. Ia mengatakan anak tersebut dikhawatirkan mengalami trauma dan karena itu memerlukan pemeriksaan psikolog secara berkala.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran sementara, perusahaan pengelola Playtopia berada di bawah PT Giandhi Inti Fantasi. Kantor pusat perusahaan disebut berada di kawasan Ciputra World, Jalan Prof. Satrio, Jakarta Selatan.
Playtopia juga disebut memiliki puluhan outlet yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, pimpinan perusahaan Playtopia belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi mengenai dugaan perundungan tersebut, permintaan rekaman CCTV, serta langkah pengelola terhadap persoalan yang disampaikan orang tua korban.





