Hukum

Pakan Kucing Berubah Jadi Baju Bekas, Saksi Ungkap Paket dan Dana yang Tertahan

FT: Suasana sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Ruang Sari 2.

 

Lintas Hukrim | Surabaya – Paket yang seharusnya berisi pakan kucing tiba di Sumbawa dengan isi berbeda. Patricia Yessy Permatasari, pemilik petshop online di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mendapati pakaian bekas di dalam paket yang dikirim Toko Petshop Cottontail.

Peristiwa itu terungkap dalam sidang gugatan perdata perbuatan melawan hukum yang diajukan Anton Endrayana, pemilik Toko Petshop Cottontail, terhadap PT Global Jet Cargo Surabaya di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Patricia hadir sebagai saksi dari pihak penggugat. Di hadapan majelis hakim, ia menceritakan keganjilan sejak paket tiba.

Patricia mengaku sempat memastikan kepada kurir bahwa paket tersebut memang miliknya sebelum membukanya. Kurir kemudian menyatakan paket itu benar ditujukan kepadanya.

Kecurigaan muncul karena bobot paket terasa berbeda. Biasanya, kiriman pakan kucing memiliki berat tertentu. Kali itu paket justru terasa jauh lebih ringan.

Setelah dibuka, Patricia menemukan pakaian bekas, bukan pakan kucing yang dipesannya.

“Saya bingung,” ujar Patricia dalam persidangan.

Persoalan tidak berhenti pada isi paket. Patricia mengatakan pengiriman juga mengalami keterlambatan.

Biasanya paket tiba sekitar empat hari. Namun dalam kejadian tersebut, ia baru menerima kiriman setelah delapan hari.

Keterlambatan membuat stok pakan kucing di petshop miliknya habis. Patricia khawatir kondisi itu berdampak terhadap hewan peliharaannya.

“Kalau sampai kucing saya sakit atau terjadi sesuatu, saya harus menyalahkan siapa?” katanya.

Patricia mengatakan penjual dapat menunjukkan bahwa barang yang dikirim sesuai pesanan. Namun ia tidak mengetahui pada tahap mana isi paket tersebut berubah.

Saksi lainnya, Octa Villa Rizqi Syaroni, memberikan keterangan mengenai proses pengepakan di pihak toko.

Octa mengaku beberapa kali membantu mengemas barang, termasuk pakan kucing merek Cat Choice rasa salmon. Menurut dia, proses pengemasan berlangsung normal dan tidak ditemukan kendala.

Persoalan muncul setelah paket diterima konsumen.

Sejumlah pelanggan kemudian mengajukan komplain karena barang yang diterima berbeda dengan barang yang terlihat dalam video proses pengepakan.

Komplain tersebut turut berdampak pada transaksi di marketplace Shopee. Dana pembayaran tertahan karena transaksi dipersoalkan oleh pembeli.

“Barang sudah keluar, tetapi uangnya belum masuk,” ujar Octa.

Pihak toko kemudian melakukan tindak lanjut untuk menyelesaikan komplain dan mengupayakan agar dana transaksi yang tertahan dapat diproses.

Kesaksian Patricia dan Octa menjadi bagian dari pembuktian pihak penggugat dalam perkara yang mempertemukan pemilik Petshop Cottontail dengan perusahaan jasa pengiriman.

Di persidangan, persoalan yang diuji bukan hanya apakah paket pernah mengalami perubahan isi, tetapi juga pada tahap mana perubahan itu terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian yang timbul.

Keterangan para saksi nantinya akan diuji bersama alat bukti lain sebelum majelis hakim mengambil keputusan.

Perkara ini menunjukkan bahwa dalam bisnis perdagangan daring, satu paket yang berubah isi tidak hanya menyangkut barang. Ada kepercayaan konsumen, reputasi penjual, serta dana transaksi yang ikut dipertaruhkan.

Berita Lainnya

Back to top button