
SURABAYA, LintasHukrim.Com— Hubungan politik antara PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Surabaya kembali menjadi sorotan. Meski diwarnai kedekatan personal antar elit, dinamika koalisi kedua partai disebut kerap menemui jalan buntu.
Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa dirinya memiliki hubungan lama dengan Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf. Keduanya diketahui telah menjalin komunikasi sejak era reformasi 1999.
“Konco lawas tahun 99, rek,” ujar Armuji saat menghadiri Muscab DPC PKB Surabaya di The Southern Hotel, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Armuji, ia dan Musyafak merupakan bagian dari generasi politik 1999 yang hingga kini masih aktif, baik di eksekutif maupun legislatif. Selain mereka, nama lain seperti Baktiono juga masih eksis dalam dunia politik Surabaya.
Meski hubungan personal terbilang erat, Musyafak Rouf mengakui bahwa upaya membangun koalisi politik dengan PDIP tidak selalu berjalan mulus. Ia menyebut adanya perbedaan pandangan yang kerap membuat rencana koalisi gagal terwujud.
“Chemistry ada, tapi tidak pernah cocok. Mau gandengan sering tidak jadi, akhirnya berhadap-hadapan,” ungkap Musyafak.
Ia menilai perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar. Namun demikian, Musyafak menegaskan bahwa ke depan peluang kerja sama politik tetap terbuka, termasuk dalam menghadapi Pilkada 2029.
“Kita lihat sekarang eranya sudah berubah. Semua partai pasti melakukan penjajakan dengan siapapun. Masih ada waktu untuk pembahasan lebih detail,” jelasnya.
Musyafak juga menegaskan bahwa seluruh partai politik saat ini tengah melakukan kajian dan komunikasi intensif guna menentukan arah koalisi ke depan.
Dengan dinamika yang terus berkembang, hubungan PDIP dan PKB di Surabaya dinilai masih berpotensi untuk bersatu, meski sejarah menunjukkan keduanya lebih sering berkompetisi dalam kontestasi politik lokal.





